Dua tahun lalu, aku dipaksa oleh ibuku untuk mengajar di sekolah padahal aku sudah menjadi dosen. Aku tidak mau mengajar disekolah karena pengalaman dari ibuku yang sangat aku tidak sukai.
Mamaku seorang pengajar di SMA Swasta di Jakarta…dari gaji 10000/bulan beliau jalani dengan suka cita. Mungkin kalo aku hitung uang segitu ga bisa balik modal minimal untuk transporatasi. Tapi mama menjalaninya terus..sampai akhirnya karena mama bekerja dengan sepenuh hati dan punya loyalitas yang tinggi maka mama diangkat menjadi wakil kepala sekolah.
Nah pada saat mama mendapat jabatan itu banyak sekali masalah yang terjadi diantaranya bayak rekan kerja nya yang iri karena mama mempunyai posisi dan lain-lain. Itu yang aku ngga suka kalo aku harus menjadi guru.
Kenapa harus jadi guru ? aku hanya mau jadi dosen yang menjalani profesi ku dengan ringan tanpa beban…dan tidak berhubungan dengan uang-uang yang ga jelas. Aku enjoy banget jadi dosen…
Tapi kedua orangtua ku memaksa aku menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil…Tapi mereka ga tau aku juga ga mau jadi pegawai negeri…entahlah mungkin aku ini orang yang aneh…semua teman-teman berlomba-lomba menjadi pegawai negeri tapi aku tidak. Aku tetap komite untuk menjadi DOSEN.
Makanya aku tetap disuruh menjadi guru….
Pada saat kelahiran anakku yang kedua aku masih mengajar di suatu lembaga pendidikan dibidang Desain Grafis. Tapi karena ada masalah dengan pihak manajemen…yah biasalah masalah honorku yang dibayar telat. Akhirnya aku keluar dari lembaga itu.
Aku memang orang IT, pendidikan ku adalah Teknik Informatika, kok bisa ngajar desain grafis? Cerita lama… Aku memang suka dengan desain, art dan semuanya…Pada saat aku lulus sekolah aku ingin masuk arsitek. Tapi aku cukup tau diri dengan keterbatasan orang tua ku. Akhirnya aku memutuskan masuk Teknik Informatika…Walaupun jurusan tersebut bukan pilihan ku tapi aku cukup menikmatinya…
Dan aku kira pada saat aku masuk jurusan informatika aku akan dapat photoshop dan corel draw atau software desain yang lain…ternyata tidak…aku salah besar..aku malah berkenalan dengan pascal selama 3 tahun…hiks…hiks
Tapi ga pa2 hidup itu harus tetap berjuang. pada saat ada workshop desain grafis yah aku ikut…kebetulan yang ngajar itu Toto, Taufik dan andris junior ku dikampus. dengan biaya 25 ribu. aku cukup senang karena aku sudah diajak kenalan dengan photoshop.
Kembali ke topik utama tulisanku. “Mengapa jadi guru?”
Karena aku keluar dari lembaga pendidikan desain grafis itu, lalu aku melamar jadi guru SMK didekat daerah rumahku… Aku juga ga tau pada saat itu ada lowongan atau tidak. Dengan santai aku menyampaikan surat lamaranku langsung ke kepala sekolah. Aku bilang “Saya mau melamar jadi guru!”,…Kepala sekolahku melihat CV ku ..lalu dia berkata ” Gaji guru tidak sebesar gaji dosen“. …Lalu aku menimpali “Saya tidak perduli yang penting ilmu saya tidak hilang”.
Akhirnya aku diterima menjadi guru di Sekolah tersebut. Waktu terus berlalu aku terus mengamati culture guru yang berada ditempat tersebut. Ternyata aku menemukan banyak kejanggalan.. Suatu ketika aku pusing dengan nilai siswa/i ku yang kecil. Lalu aku bertanya pada teman ku…”Gimana nih nilai nya kok ada beberapa yang kecil.” .Lalu teman ku mengusulkan “Udah suruh beli buku aja, terus kasih deh nilainya?” Karena aku masih baru untuk menjadi guru so..aku turuti usulnya…
Sampai akhirnya aku diperingatkan kepala sekolah. Bahwa nilai tidak bisa diganti dengan buku…Disitu aku berfikir…iya tenyata guru sekarang banyak yang terbuai dengan uang. walaupun mereka sudah pegawai negeri tapi penghasilan ingin seperti manajer di perusahaan swasta.
Dengan her juga tidak bisa mengembalikan nilai mereka menjadi lebih baik. Akhirnya aku punya solusi… Aku kumpulkan mereka yang nilainya kecil dan memberi tambahan pelajaran tanpa dibayar. Ternyata hasilnya lumayan. walaupun ga maximal karena banyak dari mereka yang malas untuk mengikuti kelas tambahan. kelas itu aku adakan selesai mereka sekolah.
Memang mendidik siswa/i dari golongan masyarakat yang beragam agak lebih sulit.
Akhirnya aku tahu kenapa aku sekarang harus jadi guru? yah banyak mental-mental guru yang harus diperbaiki. Siswa/i harus di beri pengajaran bahwa membeli buku dan diberikan ke guru tidak akan menjadikan otak mereka menjadi pintar.
Itu lah perjuangan yang harus aku lalui…Walaupun dibenci oleh rekan kerja karena mereka fikir aku adalah pahlawan kesiangan. Aku ga perduli. Aku sayang dengan siswa/i ku .
salam hangat,
winny